Bangkitkan Ekonomi, NU Situbondo Buka Pasar Ramadhan

By OPM MTSS AL IMAN 24 Mar 2024, 23:53:36 WIB Dunia Islam
Bangkitkan Ekonomi, NU Situbondo Buka Pasar Ramadhan

Gambar : Peluncuran Pasar Ramadhan oleh PCNU Situbondo guna memperkuat ekonomi Nahdliyin. (Foto: NOJ/ Muhammad Fathurrahman P)


Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo memanfaatkan momen Ramadhan untuk meningkatkan ekonomi warga Nahdliyin di Situbondo. Hal ini diwujudkan dengan membuka Pasar Ramadhan mulai Rabu (06/04/2022) hingga Sabtu (30/04/2022) mendatang di halaman Kantor PCNU setempat

Rais PCNU Situbondo, KH Zainul Mu'in Husni mengatakan, bahwa Nahdlatul Ulama berasal dari para pedagang yang dulu disebut Nahdlatut Tujjar atau kebangkitan para pedagang. Hal tersebut karena NU tidak bisa terlepas dari perdagangan atau berdagang.

"Kita tidak bisa lepas dari kata berdagang. Karena pada awal mulanya NU adalah perkumpulan para pedagang. Maka dari itu, PCNU Situbondo terus mengeluarkan produk untuk berdagang, mulai pupuk hingga ke kopiah," ujarnya

Dosen Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo ini berharap, agar kegiatan Pasar Ramadhan menjadi keberkahan bagi seluruh Nahdliyin. "Semoga kegiatan ini bermanfaat dan berkah, serta mendapatkan rizki yang barakah," katanya.

Sementara Ketua PCNU Situbondo KH Muhyiddin Khatib menyampaikan, bahwa Pasar Ramadhan tersebut merupakan ikhtiar serta sebagai awal kebangkitan ekonomi Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Situbondo dan sekitarnya.

"Pasar Ramadhan yang diadakan oleh PCNU Situbondo dan Himpunan Pengusaha Nahdlatul Ulama (HPN) ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan ekonomi kreatif warga NU,” ujarnya.

"Sebetulnya yang mendaftar ada 48 pedagang. Namun karena tempatnya tidak memadai kemudian dikurangi. Semoga event yang akan datang lebih besar dan megah," tandasnya.
 
(sumber: https://jatim.nu.or.id)


Dirinya menerangkan, bahwa kegiatan ini diikuti kurang lebih 22 stand kuliner. Menurutnya, mayoritas pemilik stand atau pedagang adalah warga sekitar yang piawai dan bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment